Show Mobile Navigation

Minggu, 03 Februari 2013

Linux Operating System

Unknown - 21.49

Salah satu Sistem operasi yang sangat terkenal saat ini adalah Linux. Linux adalah sebuah sistem operasi open source (bebas terbuka) bertipe Unix. Menjadi sebuah sistem operasi open source, source code linux bisa dilakukan modifikasi sehingga dapat dipakai serta didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun.

Linux sendiri berasal dari nama sang penemunya. Pada tahun 1991, Linux diperkenalkan kepada publik oleh Linus Torvalds. Untuk sistem, peralatan sistem serta pustakanya, umumnya berasal dari sistem operasi GNU yang telah diumumkan oleh Richard Stallman pada tahun 1983. GNU memiliki kontibusi lebih munculnya GNU/Linux.

Sampai saat ini, Linux telah dipercaya oleh para penggunanya untuk mengisi sistem pada Server, dan hingga saat ini pun, Linux telah banyak mendapatkan dukungan dari para penggerak teknologi elektronik seperti Intel, Dell, IBM, Oracle Corporate, Red Hat, Sun Microsystem, dan lain sebagainya.

Linux yang telah banyak dilakukan pengembangan dan biasa dikenal dengan Linux Distribution (distribusi linux / distro linux) pada umumnya telah mendukung perangkat-perangkat seperti web server, programming language, database, desktop environtment display seperti GNOM, KDE, dan Xfce. Selain itu Linux juga telah dilengkapi dengan sistem aplikasi perkantoran seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric, dan LibreOffice.

Linus Torvald
Linus Torvalds lahir  di Florida pada 28 Desember 1969. Beliau adalah seorang rekayasawan perangkat lunak di florida, dan beliaulah sang pencetus dan pengembang kernel Linux dan sampai saat ini Linus bertindak sebagai koordinator proyek sistem operasi open source tersebut.

Richard Stallman




Richard Stallman lahir 16 Maret 1953, Beliau adalah seorang pendiri gerakan open source. Richard adalah penggerak GNU C Compiler, serta GNU Debugger.




Twitter Diserang Hacker?

Unknown - 20.17

Beberapa hari yang lalu Twitter, Salah satu situs Sosial media terbesar dunia mengumumkan bahwa situs tersebut telah diretas oleh para hacker, akibat ulah hacker ini berpotensi dapat mempengaruhi kurang lebih 250.000 akun para penggunanya pada 1 Februari 2013.

"Pekan ini kami mendeteksi pola akses yang tak biasa, Kami mengidentifikasi akses tidak sah ke data para pengguna Twitter. Kami menemukan satu serangan dan akan menutupnya melalui proses lebih lanjut nanti," ujar Bob Lord, Direktur Keamanan Informasi Twitter.

Menurut penuturan Bob lebih lanjut, bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang para hacker, mereka ternyata memiliki akses informasi yang terbatas. Para pengguna akan gagal login dan menerima email untuk melakukan restart pada password mereka.

Twitter mengungkapkan, para hacker ini bukanlah hacker amatiran, namun mereka memang sangat canggih. Sedikit lega, bahwa aktivitas hacker ini tidak mempengaruhi aplikasi-aplikasi java baru-baru ini.
Bob juga mengatakan bahwa kemungkinan besar, serangan ini bukan hanya dialami oleh Twitter, akan tetapi perusahaan maupun organisasi lainnya juga mengalami serangan yang serupa.

Twitter memberikan saran kepada para penggunanya tentang keamanan akun. Gunakan password yang kuat. Misalnya password tersebut adalah kombinasi huruf dan angka (String and Integer/numeric), dan bahkan gunakan pula perbedaan huruf besar dan kecil.

Selain itu, Twitter juga menyarankan untuk tidak menggunakan password yang sama untuk beberapa akun, serta tidak mengaktifkan sistem Java. (blacknod)

Rabu, 30 Januari 2013

Waspada Ancaman Hacker. Polri Gandeng Kominfo

Unknown - 20.58

Kedua pendekar mencoba untuk pasang border pertahanan. Mabes Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informasi pasang kuda-kuda hadapi serangan hacker yang mengancam akan menyerang situs-situs pemerintahan Indonesia.

"Kami sudah koordinasi dengan Kominfo," Ucap Kepala Div. Humas Polri, Inspektur Suhardi Alius (30/1/2013) kemarin.

Melalui Jubir Kominfo, Gatit S. Dewabrata manyampaikan bahwa selain berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri, tim dari ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infastructure) telah melakukan upaya pengawasan keamanan pada setiap situs-situs milik pemerintah. Pihaknya akan segera menyampaikan kepada institusi yang bersangkutan jika ID-SIRTII menemukan beberapa celah keamanan atau kelemahan yang terjadi pada situs tersebut.

Berita ini menjadi heboh lantaran telah terjadinya aksi defacing dari seorang pemuda bernama Wildan Yani Ashari (21) yang telah berhasil meretas halaman situs presiden SBY. Pemuda yang hanya lulusan SMK di kota Jember, Jawa Timur tersebut diancam dengan pasal 30 ayat (1,2 dan 3), serta pasal 32 ayat (1) UU ITE.

Kegiatan peretasan yang dilakukan oleh Wildan ini diendus oleh tim Cyber Crime yang telah melakukan penelusuran dari laporan bahwa halaman website presidensby.info telah dibobol oleh penyusup. Melalui layanan ISP dari jatireja.network.com, ditemukan 5.320 log yang telah dilakukan oleh Wildan.

Upaya penangkapan Polri terhadap Wildan, sang peretas situs presiden SBY tersebut ternyata mengundang reaksi keras dari tim Anonymous. Kelompok hacker internasional itu mengancam akan melakukan penyerangan terhadap kemanan situs yang berdomain .go.id.

Gatot membenarkan bahwa ada beberapa situs pemerintah Indonesia yang memiliki security yang kurang bagus dan tentunya rentan untuk disusupi oleh para hacker. Dan bahkan dari tim ID-SIRTII juga pernah menemukan beberapa situs pemerintah telah diretas oleh para hacker dan mengganti tampilannya. Kegiatan penggantian halaman situs tersebut biasa dikenal dengan sebutan defacing.

Kerentanan kemanan website tersebut biasanya terjadi akibat lupa logout.

Agus Gumiwang. Pemerintah Diminta Jangan Bebaskan Wildan

Unknown - 02.37

Nama Wildan Yani Ashari kini mendadak terkenal. Sang peretas situs Presiden SBY yang dibekuk Tim Cyber Crime Mabes Polri kini manjadi buah bibir di kalangan media online. Beberapa waktu yang lalu frontpage nya berubah tampilan dengan tulisan "Jember Hacker Team". 

Atas perbuatannya meretas website orang nomor satu di Republik Indonesia yang beralamatkan presidensby.info, Wildan dikenakan sanksi kurungan selama 12 Tahun dan denda 12 Miliyar Rupiah (baca juga ini). Tahukan kalian bahwa sang pemuda yang berhasil meretas situs pemerintah tersebut dilakukan oleh seorang pemuda asal Jember, Jawa Timur yang hanya lulusan SMK.

Pemerintah Diminta Jangan Bebaskan Wildan
Seorang wakil ketua Komisi I DPR dario fraksi Golkar, Agus Gumiwang mengatakan bahwa tindakan pemerintah untuk menangkap sang peretas laman website presiden adalah tindakan yang tepat, bahkan pihaknya meminta pemerintah jangan sampai mengabulkan permintaan untuk membebaskan Wildan.

"Pemerintah tidak perlu gentar dan jangan mengabulkan permintaan untuk membebaskan Wildan", kata Agus di Gedung DPR, Jakarta (30/1/2013).

"Ini disebut cyber war. Ini bisa mengganggu martabat dan kedaulatan bangsa, kalau kita kalah dalam cyber war", imbuhnya.

Menurut informasi dari Dirut II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Arif Sulistyo mengatakan bahwa, Wildan bekerja pada sebuah CV bernama CV Suryatama di kota Jember, Jawa Timur. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pelayanan warung telekomunikasi atau Warnet, menjual berbagai sparepart komputer dan software.

Dalam penangkapan Wildan ini, Polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit CPU, dan sekarang Wildan sedang mendekam di rumah tahanan Bareskrim untuk mepertanggung jawabkan aksinya tersebut.

Apa Kata Pengelola Situs presidensby.info?
Dalam kasus hacking yang dilakukan oleh Wildan, ternyata menuai penuturan dari I Made Wiryana, sang empu dari website presidensby.info. I Made adalah seorang pakar telematika di Universitas Gunadharma. Menurut penjelasan dari I Made, website presiden tersebut sebenarnya bukan diretas, akan tetapi DNS-nya sajalah yang dialihkan.

I Made Wiryana
"Sebetulnya, situs tidak pernah di-hack, tetapi DNS-nya yang diubah oleh si pelaku", ujar I Made seperti yang dikutip dari OkeZone.com (29/1/2013) via telfon.

Menurut penjelasan lagi dari sang empu, website dengan domain .info berbeda dengan website pemerintahan lainnya seperti halnya .go.id dan bahkan domain-domain untuk akademisi seperti .sch.id atau ac.id. Menurut keterangan dari I Made, kerentanan terhadap serangan maupun pengalihan DNS lebih mungkin dilakukan sebab DNS .info bukanlah DNS yang berbasis di Indonesia, akan tetapi di luar Indonesia.

Jika situs presidensby.info sudah susah ditangani dengan sebab pengalihan DNS, maka situs tersebut bisa normal kembali dengan menghubungi perusahaan penyedia layanan DNS .info yang berada di Kanada.
Domain pemerintah seperti .go.id cenderung aman dari serangan-serangan atau pengalihan Domain Name Server (DNS), karena DNS tersebut memang dikelola dan berasal dari Indonesia, sehingga bila terjadi sesuatu misalnya pengalihan DNS, maka penanganan dilakukan perbaikan dan bahkan penelusurannya dapat segera dilakukan dengan cepat.

Namun sesuai kabar yang beredar, bahwa awal mula Tim Cyber Crime dari Mabes Polri melakukan pelacakan IP sang peretas, sedikit terkecohkan karena IP yang ditemukan pertama kali adalah IP dari Texas, USA. Namun keberuntungan belum memihak Wildan dan akhirnya ketemulah IP yang sesungguhnya hingga kini dapat menjebloskan Wildan ke penjara.


Selasa, 29 Januari 2013

Anonymous Geram Atas Dibekuknya Wildan Oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri

Unknown - 22.03

Apakah kalian kenal dengan sebutan Anonymous? Komunitas peretas international yang memiliki anggota tidak sedikit. Berbagai serangan cyber sering kali dilakukan oleh komunitas tersebut, baik atas kematian  Aaron Swartz hingga diringkusnya peretas Indonesia, Wildan Yani Ashari (21).

Atas upaya penangkapan 'WYA' oleh para tim Cyber Crime Mabes Polri, ternyata mengundang reaksi para kelompok peretas internasional yang menamakan diri sebagai Anonymous.

"Goverment of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon," kicauan kelompok hacker tersebut dalam akun twitternya.

Remaja asal Jember, Jawa Timur berinisial 'WYA' yang hanya lulusan SMK ini bertanggung jawab atas pemindahan DNS (Domain Name Server) situs orang nomor satu di Indonesia, presidensby.info beberapa waktu yang lalu.

Atas kegeraman Anonymous ini, ternyata mampu menggebrakkan semangat juang para hacker tanah air untuk ikut andil dalam upaya respon terhadap penangkapan Wildan Yani Ashari. #OpFreeWildan ternyata berhasil melumpuhkan beberapa situs milik pemerintah. Diantara situs yang telah dihajar oleh para hacker Indonesia ini adalah Bappeda.bireunkab.go.id, Rakerna.mahkamahagung.go.id. Buah usilan para hacker tersebut mengakibatkan halaman situs tersebut diletakkan pesan peringatan di halaman utama (deface).

Gambar aksi defacing  #OpFreeWildan

WhatsApp Dituding Langgar Privasi Pengguna

Unknown - 20.42
Jika anda adalah termasuk orang-orang yang menggunakan aplikasi asal California, USA. WhatsApp, nampaknya anda harus sedikit berhati-hati. Ternyata diam-diam tanpa sepengetahuan anda, privacy anda sedang terancam.

Di dalam server WhatsApp, telah tersimpan banyak nomor kontak para pelanggannya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sebuah lembaga komisi privasi dari Kanada (OPC) dan otoritas data Belanda (CBP) telah melakukan investigasi terhadap WhatsApp. Dalam investigasi tersebut ditemukan adanya pelanggaran privasi. Melalui rentetan cara penggunaan aplikasi WhatsApp tersebut adalah sebagai berikut. Untuk dapat melakukan aktifitas dengan WhatsApp, para pengguna harus membuka akses nomor kontak pada phonebook, aktifitas pembukaan akses phonebook dapat mengakibatkan aplikasi dapat membaca nomor kontak pengguna, parahnya lagi bukan hanya phonebook yang nomornya menggunakan WhatsApp saja yang dapat terbaca, bahkan nomor pengguna yang tak menggunakan WhatsApp pun turut disimpan dan bahkan tidak dilakukan penghapusan dari pihak WhatsApp Inc. Sama artinya nomor-nomor anda dan teman-teman anda yang tidak menggunakan WhatsApp pun ternyata direkam di dalam server perusahaan tersebut.

Lembaga privasi ini juga mengatakan (29/1/2013), "Nomor bukan pengguna WhatsApp direkam dan tak dihapus".

Menurut keterangan lembaga privasi tersebut yang dilakukan pada sebuah acara pers menambahkan bahwa hanya sistem operasi iOS 6 saja yang dapat memberikan sebuah opsi apakah aplikasi WhatsApp diizinkan untuk mengimpor nomor kontak bukan pengguna ke server. Aplikasi WhatsApp sampai saat ini telah digunakan oleh berbagai gadget atau smartphone yang menggunakan platform seperti Android, Windows Phone, Blackberry, dan Symbian.

"Seharusnya pengguna dan bukan pengguna diberi pilihan untuk membagi data kepada server", ujar komisi privasi tersebut.

Pada investigasi pertama kali dilakukan, dilakukan upaya kamunikasi antara dua pengguan yang disampaikan tanpa diproteksi oleh password. Akibatnya ketika para pengguna saling bertukar informasi atau mengirim pesat menggunakan jaringan Wi-Fi yang tidak terproteksi. Maka apapun yang dikatakan dalam pesan tersebut, dapat dibaca juga oleh para peretas. Namun nampaknya saat ini hal tersebut tak perlu diambil pusing, karena WhatsApp telah menambal bug tersebut pada September 2012 yang lalu.

Menindaklanjuti temuan investigasi tersebut, sampai saat ini komisi privasi asal Belanda belum memutuskan apakah pihaknya akan memberikan sanksi terhadap perusahaan WhatsApp Inc. di Kanada karena komisi telah melakukan pertemuan secara intensif dengan pihak developer aplikasi tersebut dan menganggap WhatsApp telah melakukan upaya-upaya perbaikan untuk menutup celah-celah ini.

Hacker Pembobol Situs SBY Diganjar 12 Tahun Penjara

Unknown - 01.59
Banner Jember Hacker team oleh Wildan Yani Ashari
Beberapa hari belakangan ini, media online telah diramaikan oleh kabar tertangkapnya seorang anak bangsa yang telah berhasil meretas situs orang nomor satu di Indonesia. Wildan Yani Ashari (21) adalah warga Jember telah melakukan peretasan terhadap situs presiden SBY yang beralamatkan presidensby.info, Pasalnya atas kejahatan cyber yang dilakukan oleh Wildan, pihaknya terancam kurungan 12 tahun dan denda 12 miliar rupiah.

"Pelaku bisa dikenakan pasal 35 UU ITE No. 11/2008, karena orang yang bersangkutan telah dianggap dengan sengaja dan tanpa hak memanipulasi, merubah, merusak, dan lainnya. Ancamannya diatur di pasal 51 ayat 1 maksimal penjara 12 tahun dan denda maksimal Rp 12 miliar," Papar Gatot seperti yang dikutip dari Inet.detik.com.

Situs presiden sempat dipermak oleh Wildan pada (9/1/2013). Wildan meninggalkan jejak dengan menuliskan diri sebagai Jember Hacker Team. Kegiatan defacing ini ternyata dapat menyeret Wildan ke ranah hukum yang cukup serius.

Menurut pelacakan yang dilakukan oleh Id-SIRTII, alamat IP Address serta DNS yang digunakan oleh Wildan terlacak bukan berasal dari Indonesia, akan tetapi IP Address dan DNS tersebut tercatat dari Texas, USA.

Meski terlacak dari Amerika, tak menutup kemungkinan bahwa pelaku berasal dari Indonesia. Hal ini yang biasanya dilakukan oleh para hacker untuk mengelabuhi pelacakan.

Apa reaksi dan pendapat anda mengenai informasi penjeratan undang-undang ITE yang dihadapi sang Hacker Indonesia ini?
Next Previous
Editor's Choice