Show Mobile Navigation
Kepo
Tampilkan postingan dengan label Kepo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2013

Perbedaan Hacker Dengan Cracker

Unknown - 20.46

Banyak orang salah kaprah tentang penyebutan Hacker dan Cracker, selama ini publik menyebut hacking adalah sebuah kejahatan. Jika anda adalah termasuk yang beranggapan seperti itu, nampaknya anda harus membaca kutipan penjelasan di bawah ini.

Mengenai Apa Perbedaan Hacker Dengan Cracker, sebelumnya kita akan mengenal lebih dahulu apa itu Hacker dan apa itu Cracker.

Hacker
Hacker atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah Peretas adalah sesorang yang mempelajari, menganalisa, memodifikasi, serta menerobos masuk ke dalam sebauah sistem komputer dan jaringan, baik itu untuk keuntungan atau dimodivikasi.

Pada awal-awal 1960-an, ada beberapa orang dari komunitas mahasiswa Tech Model Railroad Club di sebuah Laboratorium Artifisial Massachusetts Institut of Technology (MIT) merintis sebuah perkembangan teknologi komputer bertipe mainframe. Pada saat itu istilah "hacker" disebut-sebut sebagai seorang yang memiliki kelebihan atau keahlian dalam bidang kompuetr dan dapat membuat program-program komputer yang lebih baik yang pernah dirancang bersama, dan saat itu memang istilah "hacker" memiliki konotasi positif.

Namun sayangnya pada era 1983, istilah "hacker" menjadi istilah negatif, sebab pada tahun itu sebuah Federasi FBI dari USA berhasil menangkap komplotan cyber crime The 414s yang berbasis di Milwaukee, sebuah kota di Amerika Serikat. Tahukah anda bahwa angka 414 adalah kode local area mereka. Mereka dinyatakan bersalah karena telah membobol beberapa komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering sampai komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Dari beberapa pelaku tersebut, satu diantaranya mendapatkan kekebalan melalui testimonialnya, namun 5 tersangka lainnya diganjar hukuman masa percobaan.

Hacker pada umumnya melakukan penerobosan guna mencari sebuah bug atau kelemahan pada sebuah sistem komputer yang kemudian digunakan sebagai bahan informasi untuk para administrator sehingga mereka dapat memperbaiki kerentanan sistem tersebut.

Cracker
Cracker dahulu dikenal sebagai Hacker, namun menilik dari sejarahnya, sebenarnya Hacker bukanlah sebagai penjahat cyber. Namun yang menjadi seorang cyber crime disebut sebagai Cracker. Pada 1983, cracker yang disebut sebagai hacker diringkus oleh FBI, karena telah membobol beberapa komputer penting di Amerika. Sebanarnya Cracker adalah sebutan bagi hacker yang menerobos, mencuri, serta memanipulasi sistem untuk kepentingan pribadi maupun komersil. Mereka ini pada umumnya adalah para orang dewasa yang mendapatkan sebuah kepuasan lewat pembobolan komputer dengan mengakali telepon (phreaking). Para hacker sejati menyebut orang-orang bodoh ini sebagai Cracker karena telah menyalahi etika Hacker yang sebenarnya.

Biasanya para cracker ini melakukan aksinya dengan mencuri data, bahkan mengubah tampilan (defacing) halaman website para korbannya.

Komunitas Peretas (hacker/cracker)
Para peretas selalu mengadakan pertemuan tahunan pada bulan juli di Las Vegas, Amerika Serikat. Pertemuan ini dikenal dengan sebutan Def Con, pada ajang pertemuan ini lebih dimanfaatkan para peretas untuk bertukar informasi mengenai kegiatan peretasan.

Ada beberapa kategori hacker yang perlu kita ketahui bersama, diantara kategori tersebut adalah :
1. White Hat : Sebuah sebutan bagi para peretas yang melakukan penerobosan dan penganalisaan kelemahan sistem komputer yang bertujuan baik sehingga informasi kelemahan sistem tersebut dapat diinformasikan oleh administrator untuk segera dilakukan perbaikan.
2. Grey Hat : Seorang peretas ini dikatakan sebagai abu-abu, karena bisa jadi dia melakukan kegiatan peretasan untuk tujuan tertentu, bisa jadi untuk kebaikan administrator sistem atau untuk dijual.
3. Black Hat : Ini yang biasa disebut sebagai cracker. Kegiatan penerobosan, penganalisaan, pencurian bahkan pemanipulasian sistem untuk kepentingan diri sendiri maupun dikomersilkan.

Perlu kita ketahui bersama, sebenarnya hacker memiliki kategori etika, adapun etika-etika yang dimiliki oleh hacker diantaranya adalah :
1. Diatas segalanya, menghormati pengetahuan dan kebebasan informasi
2. Memberitahu sistem administrator akan adanya kerentanan keamanan/lubang yang ada di sistem tersebut.
3. Tidak mengambil keuntungan yang tidak fair dari kegiatan peretasan.
4. Tidak mendistribusikan serta mengumpulkan software bajakan
5. Selalu mengingat keamanan diri sendiri
6. Tidak melakukan kegiatan serta mengambil resiko bodoh
7. Mengetahui kemampuan diri sendiri
8. Selalu sedia untuk terbuka/gratis/bebas mengajarkan serta memberitahukan berbagai informasi dan metode yang diperoleh
9. Tidak boleh meretas sistem hanya untuk mencuri uang
10. Tidak boleh memberikan akses untuk pihak manapun guna melakukan perusakan
11. Tidak boleh secara sengaja menghapus dan merusak file yang ada di dalam komputer yang diretas.
12. Hormati mesin peretasan dan perlakukan seperti mesin sendiri.

Sudah cukup terbukakah anda dengan penjelasan di bawah ini?

Senin, 04 Februari 2013

Promo Imlek : Tebar Angpau Ala Bhinneka.Com

Unknown - 21.07

Berbagai online retail shop saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan promo apalagi saat ini memang lagi hangat-hangatnya momen imlek. Berbagai penawaran mereka berikan kepada para customer-customernya mulai dari diskon, maupun penawaran-penawaran yang lainnya.
Pada tahun Ular kali ini salah satu toko online yang lagi meluncurkan promo adalah Bhinneka.com, sebuah webstore terbesar nomor 1 di Indonesia baru-baru ini menggelar promo yang diberikan tema "Tebar Angpau". 

Dengan slogan "Bertebaran Diskonnya, Bertebaran Angpaunya" ini memberikan kesempatan untuk para customernya belanja beberapa tipe produk di bhinneka.com dan berkesempatan untuk mendapatkan angpau berupa eCoupon mencapai Rp. 500,000,-* dengan cara bertransaksi melalui "Shopping Cart".

Namun hanya ada beberapa media transaksi yang berkesempatan mendapatkan promo tebar angpau ini yaitu hanya yang melakukan pembayaran dengan CIMB Clicks, BCA KlikPay, dan Mandiri ClickPay.

beberapa kategori produk yang sedang diikutkan dalam promo tersebut meliputi Desktop & Notebook, Memory / RAM, Gaming Device, Mobile Storage, UPS & Accessory, Router Device, Smartphone, Tablet, Camera, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Promo ini hanya berlaku apabila produk yang sedang diikut sertakan dalam promo tebar angpau ini masih tersedia dan terbatas dari 4 Februari sampai 28 Februari 2013.

Jadi bagaimana, apakah anda juga ingin mendapatkan angpau dari Bhinneka.com? Silahkan berbelanja dan dapatkan produk kesayangan anda sekaligus dapat angpau dari Bhinneka.com.

Minggu, 03 Februari 2013

Twitter Diserang Hacker?

Unknown - 20.17

Beberapa hari yang lalu Twitter, Salah satu situs Sosial media terbesar dunia mengumumkan bahwa situs tersebut telah diretas oleh para hacker, akibat ulah hacker ini berpotensi dapat mempengaruhi kurang lebih 250.000 akun para penggunanya pada 1 Februari 2013.

"Pekan ini kami mendeteksi pola akses yang tak biasa, Kami mengidentifikasi akses tidak sah ke data para pengguna Twitter. Kami menemukan satu serangan dan akan menutupnya melalui proses lebih lanjut nanti," ujar Bob Lord, Direktur Keamanan Informasi Twitter.

Menurut penuturan Bob lebih lanjut, bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang para hacker, mereka ternyata memiliki akses informasi yang terbatas. Para pengguna akan gagal login dan menerima email untuk melakukan restart pada password mereka.

Twitter mengungkapkan, para hacker ini bukanlah hacker amatiran, namun mereka memang sangat canggih. Sedikit lega, bahwa aktivitas hacker ini tidak mempengaruhi aplikasi-aplikasi java baru-baru ini.
Bob juga mengatakan bahwa kemungkinan besar, serangan ini bukan hanya dialami oleh Twitter, akan tetapi perusahaan maupun organisasi lainnya juga mengalami serangan yang serupa.

Twitter memberikan saran kepada para penggunanya tentang keamanan akun. Gunakan password yang kuat. Misalnya password tersebut adalah kombinasi huruf dan angka (String and Integer/numeric), dan bahkan gunakan pula perbedaan huruf besar dan kecil.

Selain itu, Twitter juga menyarankan untuk tidak menggunakan password yang sama untuk beberapa akun, serta tidak mengaktifkan sistem Java. (blacknod)

Rabu, 30 Januari 2013

Waspada Ancaman Hacker. Polri Gandeng Kominfo

Unknown - 20.58

Kedua pendekar mencoba untuk pasang border pertahanan. Mabes Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informasi pasang kuda-kuda hadapi serangan hacker yang mengancam akan menyerang situs-situs pemerintahan Indonesia.

"Kami sudah koordinasi dengan Kominfo," Ucap Kepala Div. Humas Polri, Inspektur Suhardi Alius (30/1/2013) kemarin.

Melalui Jubir Kominfo, Gatit S. Dewabrata manyampaikan bahwa selain berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri, tim dari ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infastructure) telah melakukan upaya pengawasan keamanan pada setiap situs-situs milik pemerintah. Pihaknya akan segera menyampaikan kepada institusi yang bersangkutan jika ID-SIRTII menemukan beberapa celah keamanan atau kelemahan yang terjadi pada situs tersebut.

Berita ini menjadi heboh lantaran telah terjadinya aksi defacing dari seorang pemuda bernama Wildan Yani Ashari (21) yang telah berhasil meretas halaman situs presiden SBY. Pemuda yang hanya lulusan SMK di kota Jember, Jawa Timur tersebut diancam dengan pasal 30 ayat (1,2 dan 3), serta pasal 32 ayat (1) UU ITE.

Kegiatan peretasan yang dilakukan oleh Wildan ini diendus oleh tim Cyber Crime yang telah melakukan penelusuran dari laporan bahwa halaman website presidensby.info telah dibobol oleh penyusup. Melalui layanan ISP dari jatireja.network.com, ditemukan 5.320 log yang telah dilakukan oleh Wildan.

Upaya penangkapan Polri terhadap Wildan, sang peretas situs presiden SBY tersebut ternyata mengundang reaksi keras dari tim Anonymous. Kelompok hacker internasional itu mengancam akan melakukan penyerangan terhadap kemanan situs yang berdomain .go.id.

Gatot membenarkan bahwa ada beberapa situs pemerintah Indonesia yang memiliki security yang kurang bagus dan tentunya rentan untuk disusupi oleh para hacker. Dan bahkan dari tim ID-SIRTII juga pernah menemukan beberapa situs pemerintah telah diretas oleh para hacker dan mengganti tampilannya. Kegiatan penggantian halaman situs tersebut biasa dikenal dengan sebutan defacing.

Kerentanan kemanan website tersebut biasanya terjadi akibat lupa logout.

Agus Gumiwang. Pemerintah Diminta Jangan Bebaskan Wildan

Unknown - 02.37

Nama Wildan Yani Ashari kini mendadak terkenal. Sang peretas situs Presiden SBY yang dibekuk Tim Cyber Crime Mabes Polri kini manjadi buah bibir di kalangan media online. Beberapa waktu yang lalu frontpage nya berubah tampilan dengan tulisan "Jember Hacker Team". 

Atas perbuatannya meretas website orang nomor satu di Republik Indonesia yang beralamatkan presidensby.info, Wildan dikenakan sanksi kurungan selama 12 Tahun dan denda 12 Miliyar Rupiah (baca juga ini). Tahukan kalian bahwa sang pemuda yang berhasil meretas situs pemerintah tersebut dilakukan oleh seorang pemuda asal Jember, Jawa Timur yang hanya lulusan SMK.

Pemerintah Diminta Jangan Bebaskan Wildan
Seorang wakil ketua Komisi I DPR dario fraksi Golkar, Agus Gumiwang mengatakan bahwa tindakan pemerintah untuk menangkap sang peretas laman website presiden adalah tindakan yang tepat, bahkan pihaknya meminta pemerintah jangan sampai mengabulkan permintaan untuk membebaskan Wildan.

"Pemerintah tidak perlu gentar dan jangan mengabulkan permintaan untuk membebaskan Wildan", kata Agus di Gedung DPR, Jakarta (30/1/2013).

"Ini disebut cyber war. Ini bisa mengganggu martabat dan kedaulatan bangsa, kalau kita kalah dalam cyber war", imbuhnya.

Menurut informasi dari Dirut II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Arif Sulistyo mengatakan bahwa, Wildan bekerja pada sebuah CV bernama CV Suryatama di kota Jember, Jawa Timur. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pelayanan warung telekomunikasi atau Warnet, menjual berbagai sparepart komputer dan software.

Dalam penangkapan Wildan ini, Polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit CPU, dan sekarang Wildan sedang mendekam di rumah tahanan Bareskrim untuk mepertanggung jawabkan aksinya tersebut.

Apa Kata Pengelola Situs presidensby.info?
Dalam kasus hacking yang dilakukan oleh Wildan, ternyata menuai penuturan dari I Made Wiryana, sang empu dari website presidensby.info. I Made adalah seorang pakar telematika di Universitas Gunadharma. Menurut penjelasan dari I Made, website presiden tersebut sebenarnya bukan diretas, akan tetapi DNS-nya sajalah yang dialihkan.

I Made Wiryana
"Sebetulnya, situs tidak pernah di-hack, tetapi DNS-nya yang diubah oleh si pelaku", ujar I Made seperti yang dikutip dari OkeZone.com (29/1/2013) via telfon.

Menurut penjelasan lagi dari sang empu, website dengan domain .info berbeda dengan website pemerintahan lainnya seperti halnya .go.id dan bahkan domain-domain untuk akademisi seperti .sch.id atau ac.id. Menurut keterangan dari I Made, kerentanan terhadap serangan maupun pengalihan DNS lebih mungkin dilakukan sebab DNS .info bukanlah DNS yang berbasis di Indonesia, akan tetapi di luar Indonesia.

Jika situs presidensby.info sudah susah ditangani dengan sebab pengalihan DNS, maka situs tersebut bisa normal kembali dengan menghubungi perusahaan penyedia layanan DNS .info yang berada di Kanada.
Domain pemerintah seperti .go.id cenderung aman dari serangan-serangan atau pengalihan Domain Name Server (DNS), karena DNS tersebut memang dikelola dan berasal dari Indonesia, sehingga bila terjadi sesuatu misalnya pengalihan DNS, maka penanganan dilakukan perbaikan dan bahkan penelusurannya dapat segera dilakukan dengan cepat.

Namun sesuai kabar yang beredar, bahwa awal mula Tim Cyber Crime dari Mabes Polri melakukan pelacakan IP sang peretas, sedikit terkecohkan karena IP yang ditemukan pertama kali adalah IP dari Texas, USA. Namun keberuntungan belum memihak Wildan dan akhirnya ketemulah IP yang sesungguhnya hingga kini dapat menjebloskan Wildan ke penjara.


Selasa, 29 Januari 2013

Anonymous Geram Atas Dibekuknya Wildan Oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri

Unknown - 22.03

Apakah kalian kenal dengan sebutan Anonymous? Komunitas peretas international yang memiliki anggota tidak sedikit. Berbagai serangan cyber sering kali dilakukan oleh komunitas tersebut, baik atas kematian  Aaron Swartz hingga diringkusnya peretas Indonesia, Wildan Yani Ashari (21).

Atas upaya penangkapan 'WYA' oleh para tim Cyber Crime Mabes Polri, ternyata mengundang reaksi para kelompok peretas internasional yang menamakan diri sebagai Anonymous.

"Goverment of Indonesia, you cannot arrest an idea NO ARMY CAN STOP US #Anonymous #OpFreeWildan #FreeAnon," kicauan kelompok hacker tersebut dalam akun twitternya.

Remaja asal Jember, Jawa Timur berinisial 'WYA' yang hanya lulusan SMK ini bertanggung jawab atas pemindahan DNS (Domain Name Server) situs orang nomor satu di Indonesia, presidensby.info beberapa waktu yang lalu.

Atas kegeraman Anonymous ini, ternyata mampu menggebrakkan semangat juang para hacker tanah air untuk ikut andil dalam upaya respon terhadap penangkapan Wildan Yani Ashari. #OpFreeWildan ternyata berhasil melumpuhkan beberapa situs milik pemerintah. Diantara situs yang telah dihajar oleh para hacker Indonesia ini adalah Bappeda.bireunkab.go.id, Rakerna.mahkamahagung.go.id. Buah usilan para hacker tersebut mengakibatkan halaman situs tersebut diletakkan pesan peringatan di halaman utama (deface).

Gambar aksi defacing  #OpFreeWildan

Hacker Pembobol Situs SBY Diganjar 12 Tahun Penjara

Unknown - 01.59
Banner Jember Hacker team oleh Wildan Yani Ashari
Beberapa hari belakangan ini, media online telah diramaikan oleh kabar tertangkapnya seorang anak bangsa yang telah berhasil meretas situs orang nomor satu di Indonesia. Wildan Yani Ashari (21) adalah warga Jember telah melakukan peretasan terhadap situs presiden SBY yang beralamatkan presidensby.info, Pasalnya atas kejahatan cyber yang dilakukan oleh Wildan, pihaknya terancam kurungan 12 tahun dan denda 12 miliar rupiah.

"Pelaku bisa dikenakan pasal 35 UU ITE No. 11/2008, karena orang yang bersangkutan telah dianggap dengan sengaja dan tanpa hak memanipulasi, merubah, merusak, dan lainnya. Ancamannya diatur di pasal 51 ayat 1 maksimal penjara 12 tahun dan denda maksimal Rp 12 miliar," Papar Gatot seperti yang dikutip dari Inet.detik.com.

Situs presiden sempat dipermak oleh Wildan pada (9/1/2013). Wildan meninggalkan jejak dengan menuliskan diri sebagai Jember Hacker Team. Kegiatan defacing ini ternyata dapat menyeret Wildan ke ranah hukum yang cukup serius.

Menurut pelacakan yang dilakukan oleh Id-SIRTII, alamat IP Address serta DNS yang digunakan oleh Wildan terlacak bukan berasal dari Indonesia, akan tetapi IP Address dan DNS tersebut tercatat dari Texas, USA.

Meski terlacak dari Amerika, tak menutup kemungkinan bahwa pelaku berasal dari Indonesia. Hal ini yang biasanya dilakukan oleh para hacker untuk mengelabuhi pelacakan.

Apa reaksi dan pendapat anda mengenai informasi penjeratan undang-undang ITE yang dihadapi sang Hacker Indonesia ini?

Senin, 28 Januari 2013

Konten Porno Ditemukan Pada Layanan Vine

Unknown - 23.34

San Francisco - Beberapa waktu yang lalu sebuah layanan baru bernama Vine muncul dan bisa dinikmati oleh para pengguna akun twitter. Ini adalah sebuah suguhan baru yang ternyata membuat para pengguna twitter semakin penasaran untuk mencoba layanan berbagi video dari Vine tersebut. 

Namun sayangnya belum lama Vine berkibar, salah satu pengguna Vine melaporkan bahwa dalam konten Vine ditemukan banyak video tak senonoh yang bisa dengan mudah para pengguna twitter untuk mengaksesnya.

Namun mendapati kabar tersebut, kini para pengguna Vine tidak bisa lagi melakukan pencarian dengan hastag seperti #boobs, #sex, #porn dan sebagainya karena Twitter telah melakukan upaya sensor. Meski ini upaya awal Vine untuk berbenah, Twitter selaku pemilik layanan tersebut berjanji akan terus malakukan perbaikan dalam pengembangan Vine.

Untuk saat ini, Vine baru tersedia untuk para pengguna iOS. Namun Twitter berjanji akan segera membentangkan sayap selebar-lebarnya dengan menyediakan layanan aplikasi Vine ke berbagai platform lainnya.

Selasa, 08 Januari 2013

Hollywood Kehabisan Ide Untuk Cover Film

Unknown - 01.25


Iseng-iseng baca berita di Yahoo, akhirnya mendapatkan sebuah referensi yang sangat unik, menarik dan tentunya mengundang sedikit heran. Apa sih yang saya dapatkan dari berita di Yahoo tersebut?

Hehehee.. Mau tau aja apa mau tau bangett… ???? (Alay Mode On).

Baiklah, akan saya share juga buat anda yang belum sempat membuka situs Yahoo.
Begini. Ternyata eh ternyata Hollywood telah kehabisan ide untuk membuat sebuah cover Film? Eh, masak iya?
Ya begitulah seperti yang dilansir oleh id.omg.Yahoo.com. Kalau tidak percaya, silahkan lihat gambar di bawah ini :

Gambar dikutip dari Yahoo.com

Dalam salah satu poster di atas termuat "The Raid" (paling bawah dari kiri). Sebuah karya anak bangsa yang sempat menggebrak box office dunia tergambar pada sebuah cover film yaitu seorang lelaki yang berdiri tegak di depan sebuah gedung yang hancur dan lelaki tersebut diperankan oleh Iko Uwais.

Hemmm.. Sebenarnya apa sih yang dimaksut?

Di film Hollywood, menggambarkan sebuah takdir kota, Negara, dunia maupun jagad raya seolah-olah berada di tangan seorang yang pintar, gagah berani dan memiliki nyali yang sangat kuat.
Dalam sebuah contoh tentunya masih dalam beberapa cover yang saya cantumkan di atas, seorang pria gagah berani di “Oblivion” yang diperankan oleh bintang papan atas Tom Cruise, dan di film Incaption yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio.

Beberapa poster yang termuat menurut Yahoo berasal dari sebuah studio film seperti; Columbia Pictures, Warner Bros, Paramount Pictures, Sony Pictures, Pictures Classics, dan Universal Pictures.

Previous
Editor's Choice